Tantangan Tenaga Kesehatan di Era Industri 4.0 melalui Artificial Intelligence dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Senin, 16 November 2020 - 18:46 WIB
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, MQIH didampingi Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Erna Mulati, M.Sc (CMFM), Direktur Kesehatan Lingkungan, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, dan Direktur Gizi Masyarakat, Dr. RR. Dhian Probhoyekti, SKM, MA menjadi narasumber dalam kegiatan Jambore Virtual tersebut.
“Kita harus terus menerus mengupayakan agar masyarakat menyadari masalah yang di hadapi, dan mencarikan solusinya,” tutur Kirana mengawali pengalamannya selama 30 tahun lebih menjadi tenaga Kesehatan. “Dibutuhkan pastisipasi masyarakat dalam merubah perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Selanjutnya Kirana mengajak tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai tenaga terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dapat mengedukasi di tengah pandemi, agar tetap aman, sehat dan tetap produktif.
Di tempat yang sama, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana menjelaskan tenaga kesehatan di Era sekarang berada di tengah industry 4.0, artinya mulailah beralih dari kuratif kepada upaya promotif dan preventif melalui artificial intelligence (kecerdasan buatan) di tengah pandemi Covid-19.
Riskiyana mengungkapkan upaya tenaga kesehatan dalam alih teknologi sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan mempunyai daya saing terutama dalam menghadapi pandemi saat ini.
“Kita harus terus menerus mengupayakan agar masyarakat menyadari masalah yang di hadapi, dan mencarikan solusinya,” tutur Kirana mengawali pengalamannya selama 30 tahun lebih menjadi tenaga Kesehatan. “Dibutuhkan pastisipasi masyarakat dalam merubah perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Selanjutnya Kirana mengajak tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai tenaga terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dapat mengedukasi di tengah pandemi, agar tetap aman, sehat dan tetap produktif.
Di tempat yang sama, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana menjelaskan tenaga kesehatan di Era sekarang berada di tengah industry 4.0, artinya mulailah beralih dari kuratif kepada upaya promotif dan preventif melalui artificial intelligence (kecerdasan buatan) di tengah pandemi Covid-19.
Riskiyana mengungkapkan upaya tenaga kesehatan dalam alih teknologi sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan mempunyai daya saing terutama dalam menghadapi pandemi saat ini.
Lihat Juga :