Penambahan COVID-19 Tembus 5.000 Per Hari, Doni: Kita Harus Mentaati Protokol Kesehatan
Sabtu, 14 November 2020 - 21:08 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo meminta masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah mencatat perkembangan kasus COVID-19 dalam dua hari terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana kemarin dan hari ini tercatat bertambah lebih dari 5.000 kasus per hari.
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 , Doni Monardo meminta masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. (Baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Sleman Kembali Naik Jadi Zona Orange)
“Dua hari terakhir ini, kasus harian mengalami peningkatan lebih dari 5.000 orang per hari. Oleh karenanya, kita semuanya harus betul-betul mentaati seluruh ketentuan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tentang protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dari kerumunan tangan sesering mungkin dengan menggunakan air mengalir dan sabun,” tegasnya dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Penanganan COVID-19, dari Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta, Sabtu (14/11/2020).
Doni mengatakan bahwa kita semua harus menyadari bahwa COVID-19 ini adalah sebuah wabah yang memiliki risiko yang sangat besar sekali. “Yang menimbulkan angka kematian di berbagai belahan dunia telah mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa. Dan di Tanah Air sendiri telah lebih dari 15.000 orang wafat termasuk para tenaga kesehatan khususnya dokter,” jelasnya.
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 , Doni Monardo meminta masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. (Baca juga: Kasus COVID-19 Melonjak, Sleman Kembali Naik Jadi Zona Orange)
“Dua hari terakhir ini, kasus harian mengalami peningkatan lebih dari 5.000 orang per hari. Oleh karenanya, kita semuanya harus betul-betul mentaati seluruh ketentuan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tentang protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dari kerumunan tangan sesering mungkin dengan menggunakan air mengalir dan sabun,” tegasnya dalam konferensi pers Perkembangan Terkini Penanganan COVID-19, dari Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta, Sabtu (14/11/2020).
Doni mengatakan bahwa kita semua harus menyadari bahwa COVID-19 ini adalah sebuah wabah yang memiliki risiko yang sangat besar sekali. “Yang menimbulkan angka kematian di berbagai belahan dunia telah mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa. Dan di Tanah Air sendiri telah lebih dari 15.000 orang wafat termasuk para tenaga kesehatan khususnya dokter,” jelasnya.
Lihat Juga :