Peringati Hari Pahlawan, Pemuda Diminta Siap Hadapi Percaturan Global
Selasa, 10 November 2020 - 21:55 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyatakan generasi muda akan menentukan arah percaturan global. Foto/SINDOnews/sazili mustofa
JAKARTA - Sudah saatnya para pemuda menyiapkan diri semaksimal mungkin dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah percaturan global yang sudah tak bisa dicegah. Hal ini teruangkap dalam webinar Sonora bersama Perpustakaan Nasional RI bertema: Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 : Peran Pemuda dalam Meningkatkan Literasi di Indonesia pada Selasa (10/11/2020).
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyatakan generasi muda akan menentukan arah percaturan global. Saat ini persaingan setiap individu bukan lagi nasional tapi tingkat dunia. Untuk itu, dia berharap ilmu pengetahuan dan kemampuan terkini dengan perkembangan teknologi digital harus mampu dikuasai agar masa depan dirinya dan bangsa tidak tertinggal di mata internasional. (Baca juga: Hari Pahlawan, Jokowi: Perjuangan Kini Memutus Rantai Penyebaran Corona)
“Namun kita jangan salah kaprah. Perpustakaan digital dengan konsep karya cetak dan rekam masih diperlukan, termasuk di seluruh dunia. Maka karya itu jangan dipertentangkan. Bila kita berjam-jam berselancar di media sosial, tanpa harapan yang jelas dan mengharapkan sesuatu pendirian dari internet, maka sama dengan berselancar di gelombang dengan pengetahuan yang sangat dangkal dengan penuh ketidakpastian,” ungkap Syarif. (Baca juga: Wapres Ajak Masyarakat Teladani Sikap Para Pahlawan)
Sedangkan, lanjut dia, bila membaca buku sama dengan menyelam di laut dalam dengan seluruh pengetahuan yang sangat detail, komprehensif yang memastikan bisa mengambil sikap untuk masa depan. Langkah ini menjadi modal generasi milenial menghadapi percaturan global. Dia menambahkan, literasi menurut UNESCO bukanlah sekedar kemampuan mengenal huruf, kata, kalimat, hubungan sebab-akibat, dan mengeluarkan pendapat saja, namun lebih luas lagi dari pada itu. (Baca juga: Enam Tokoh Ini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional)
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyatakan generasi muda akan menentukan arah percaturan global. Saat ini persaingan setiap individu bukan lagi nasional tapi tingkat dunia. Untuk itu, dia berharap ilmu pengetahuan dan kemampuan terkini dengan perkembangan teknologi digital harus mampu dikuasai agar masa depan dirinya dan bangsa tidak tertinggal di mata internasional. (Baca juga: Hari Pahlawan, Jokowi: Perjuangan Kini Memutus Rantai Penyebaran Corona)
“Namun kita jangan salah kaprah. Perpustakaan digital dengan konsep karya cetak dan rekam masih diperlukan, termasuk di seluruh dunia. Maka karya itu jangan dipertentangkan. Bila kita berjam-jam berselancar di media sosial, tanpa harapan yang jelas dan mengharapkan sesuatu pendirian dari internet, maka sama dengan berselancar di gelombang dengan pengetahuan yang sangat dangkal dengan penuh ketidakpastian,” ungkap Syarif. (Baca juga: Wapres Ajak Masyarakat Teladani Sikap Para Pahlawan)
Sedangkan, lanjut dia, bila membaca buku sama dengan menyelam di laut dalam dengan seluruh pengetahuan yang sangat detail, komprehensif yang memastikan bisa mengambil sikap untuk masa depan. Langkah ini menjadi modal generasi milenial menghadapi percaturan global. Dia menambahkan, literasi menurut UNESCO bukanlah sekedar kemampuan mengenal huruf, kata, kalimat, hubungan sebab-akibat, dan mengeluarkan pendapat saja, namun lebih luas lagi dari pada itu. (Baca juga: Enam Tokoh Ini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional)
Lihat Juga :