Joe Biden Presiden AS, Kabar Baik bagi Indonesia
Senin, 09 November 2020 - 17:22 WIB
Selain itu, hal yang perlu dibenahi dalam menyambut presiden baru AS ini adalah menciptakan iklim demokrasi yang sehat dalam negeri, iklim berusaha yang kompetitif, serta selalu meningkatkan nilai barang/jasa yang komperatif.
Dengan terpilihnya Joe Biden, harapan dunia secara umum dan khususnya rakyat AS akan menggambarkan langgam geopolitik dan ekonomi global berubah seketika. "Dampaknya bagi masyarakat Indonesia, menarik untuk diulas karena bagaimana pun, negara AS sebagai super power akan tetap sebagai penentu arah politik global," tuturnya.
Kemenangan Demokrat atas Republik, kata Anthon, sebetulnya suatu perputaran kekuasaan yang normal di AS. Kedua parpol yang mendominasi politik AS itu selalu bergantian dalam memimpin negaranya.
Periode lalu, AS dipimpin oleh Republik, periode ini berganti dipimpin oleh Demokrat. Hanya saja, tidak lazim pergantian presiden itu hanya satu periode. Terakhir terjadi pada Pilpres 1992. George Bush senior kalah dari Bill Clinton pada periode kedua Bush.
Republik yang konservatif sangat concern dengan nasionalisme. Mereka berpandangan bila kepentingan dalam negeri aman maka luar negeri pun akan hormat. "Sedangkan Demokrat berpandangan harus baik kepada semua negara agar kepentingan dalam negeri aman," tutur Anthon Sihombing.
Dengan terpilihnya Joe Biden, harapan dunia secara umum dan khususnya rakyat AS akan menggambarkan langgam geopolitik dan ekonomi global berubah seketika. "Dampaknya bagi masyarakat Indonesia, menarik untuk diulas karena bagaimana pun, negara AS sebagai super power akan tetap sebagai penentu arah politik global," tuturnya.
Kemenangan Demokrat atas Republik, kata Anthon, sebetulnya suatu perputaran kekuasaan yang normal di AS. Kedua parpol yang mendominasi politik AS itu selalu bergantian dalam memimpin negaranya.
Periode lalu, AS dipimpin oleh Republik, periode ini berganti dipimpin oleh Demokrat. Hanya saja, tidak lazim pergantian presiden itu hanya satu periode. Terakhir terjadi pada Pilpres 1992. George Bush senior kalah dari Bill Clinton pada periode kedua Bush.
Republik yang konservatif sangat concern dengan nasionalisme. Mereka berpandangan bila kepentingan dalam negeri aman maka luar negeri pun akan hormat. "Sedangkan Demokrat berpandangan harus baik kepada semua negara agar kepentingan dalam negeri aman," tutur Anthon Sihombing.
(dam)
Lihat Juga :