Elektabilitas Ganjar Meroket, Puan Bisa Jadi Playmaker Gantikan Megawati
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 08:00 WIB
Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan nasib Puan Maharani jika Ganjar yang mendapat rekomendasi PDIP? Fadhli berpendapat masih banyak opsi posisi strategis untuk Puan yang tak kalah penting dan berpengaruh. Apa itu?
"Puan bisa saja didorong menjadi Ketum PDIP menggantikan ibunya (Megawati Soekarnoputri). Dengan demikian dia menjadi playmaker. Mbak Puan bisa menjadi penentu arah permainan bahkan bisa menjadi penentu kebijakan," terang Fadhli.
(Baca: Elektabilitas Ganjar Moncer dan Puan Tercecer, Ini Reaksi PDIP)
Namun demikian, pengamat sosial politik alumnus UIN Jakarta itu menambahkan, rentang waktu pemilu yang masih cukup panjang memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi. Seluruh kandidat capres dan cawapres pun memiliki banyak waktu dan momentum yang sama menunjukkan kapabilitas untuk meraih simpati rakyat.
"Segala sesuatu masih bisa terjadi. Pemilu masih jauh. Mas Anies, Kang Ridwan, Pak Gatot, Mas AHY, Mba Puan bahkan kandidat-kandidat yang lain punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana menyikapi dan memanfaatkan setiap momentum politik untuk meningkatkan elektabilitas," pungkasnya.
"Puan bisa saja didorong menjadi Ketum PDIP menggantikan ibunya (Megawati Soekarnoputri). Dengan demikian dia menjadi playmaker. Mbak Puan bisa menjadi penentu arah permainan bahkan bisa menjadi penentu kebijakan," terang Fadhli.
(Baca: Elektabilitas Ganjar Moncer dan Puan Tercecer, Ini Reaksi PDIP)
Namun demikian, pengamat sosial politik alumnus UIN Jakarta itu menambahkan, rentang waktu pemilu yang masih cukup panjang memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi. Seluruh kandidat capres dan cawapres pun memiliki banyak waktu dan momentum yang sama menunjukkan kapabilitas untuk meraih simpati rakyat.
"Segala sesuatu masih bisa terjadi. Pemilu masih jauh. Mas Anies, Kang Ridwan, Pak Gatot, Mas AHY, Mba Puan bahkan kandidat-kandidat yang lain punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana menyikapi dan memanfaatkan setiap momentum politik untuk meningkatkan elektabilitas," pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :