Enam Institusi Kembangkan Vaksin Merah Putih
Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:08 WIB
Vaksin Merah Putih adalah vaksin COVID-19 yang menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia.
“Ini menunjukkan bagaimana kepedulian dosen dan peneliti Indonesia untuk mencari solusi penanganan COVID-19," kata Bambang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan kenapa perlu kemandirian vaksin. Sebagai negara berpenduduk 270 juta jiwa riskan kalau tergantung pada vaksin luar. Sehingga perlu kemampuan bukan hanya diproduksi tapi penelitian dan pengembangan.
Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta yang masih bekerja namun mengalami pemotongan upah akibat terdampak pandemi COVID-19 mendapatkan subisidi dari pemerintah.
Mereka yang bekerja menerima subsidi penerima upah dengan target 13 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terserap hingga akhir tahun 2020. Sedangkan bagi korban PHK mendapat subsidi melalui kartu prakerja sebanyak 38 juta orang.
"Yang sudah menerima sebanyak 5,6 juta orang. Saat ini kami sedang berbicara dengan Menteri Keuangan untuk penambahan anggaran karena permintaan (demand) masih tinggi," ujar Airlangga Hartarto.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan jumlah pasien sembuh mencapai 315 ribu orang. Persentase angka kesembuhan sebesar 80,84% dengan selisih 7,24% dengan angka kesembuhan global. Ini berkat kerja sama harmonis antara pemerintah pusat dengan daerah, pihak swasta, dan masyarakat.
“Ini menunjukkan bagaimana kepedulian dosen dan peneliti Indonesia untuk mencari solusi penanganan COVID-19," kata Bambang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan kenapa perlu kemandirian vaksin. Sebagai negara berpenduduk 270 juta jiwa riskan kalau tergantung pada vaksin luar. Sehingga perlu kemampuan bukan hanya diproduksi tapi penelitian dan pengembangan.
Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta yang masih bekerja namun mengalami pemotongan upah akibat terdampak pandemi COVID-19 mendapatkan subisidi dari pemerintah.
Mereka yang bekerja menerima subsidi penerima upah dengan target 13 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terserap hingga akhir tahun 2020. Sedangkan bagi korban PHK mendapat subsidi melalui kartu prakerja sebanyak 38 juta orang.
"Yang sudah menerima sebanyak 5,6 juta orang. Saat ini kami sedang berbicara dengan Menteri Keuangan untuk penambahan anggaran karena permintaan (demand) masih tinggi," ujar Airlangga Hartarto.
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan jumlah pasien sembuh mencapai 315 ribu orang. Persentase angka kesembuhan sebesar 80,84% dengan selisih 7,24% dengan angka kesembuhan global. Ini berkat kerja sama harmonis antara pemerintah pusat dengan daerah, pihak swasta, dan masyarakat.
Lihat Juga :