Sumpah Pemuda, Megawati Bilang Jangan Tinggalkan Sejarah
Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:36 WIB
"Ibu Megawati berpesan yang pertama: jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Pesan kedua, agar pemuda Indonesia terus mencari pengetahuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi berdiri kokoh di dalam sejarah Indonesia dan dunia," kata Hasto membacakan pesan Megawati, Selasa (27/10/2020).
Selain itu, Hasto juga mengingatkan pesan Megawati bahwa sejarah merupakan pembentuk karakter bangsa kita. Presiden kelima RI itu mengatakan, sejarah mempertemukan antara masa lalu saat ini dan cita cita masa depan. Sejarah tidak akan mengaburkan jati diri dan identitas bangsa kita.
"Pesan ketiga, agar para pemuda Indonesia dapat menggunakan sosial media untuk menggelorakan semangat juang agar mewarisi sejarah dengan seluruh nilai nilai juangnya dengan seluruh nilai-nilai kepeloporan pemuda Indonesia," tutur Hasto.
"Kemudian Ibu Megawati juga berpesan dengan menggunakan sosial media tersebut agar para pemuda Indonesia memiliki hakikat ke-Indonesia-an kita, hakikat cinta tanah air, tidak gamang melihat masa depan, tidak lekas menyerah, hakikat pemuda yang berkebudayaan Indonesia," sambung Hasto.
Lebih lanjut, Hasto berujar, Megawati mengingatkan tanpa rasa cinta tanah air, tanpa semangat juang tanpa identitas kebudayaan maka tidak pantas menyebut dirinya sebagai pemuda Indonesia. Karenanya, cinta tanah air juga harus menjadi pondasi utama kaum muda.
Selain itu, Hasto juga mengingatkan pesan Megawati bahwa sejarah merupakan pembentuk karakter bangsa kita. Presiden kelima RI itu mengatakan, sejarah mempertemukan antara masa lalu saat ini dan cita cita masa depan. Sejarah tidak akan mengaburkan jati diri dan identitas bangsa kita.
"Pesan ketiga, agar para pemuda Indonesia dapat menggunakan sosial media untuk menggelorakan semangat juang agar mewarisi sejarah dengan seluruh nilai nilai juangnya dengan seluruh nilai-nilai kepeloporan pemuda Indonesia," tutur Hasto.
"Kemudian Ibu Megawati juga berpesan dengan menggunakan sosial media tersebut agar para pemuda Indonesia memiliki hakikat ke-Indonesia-an kita, hakikat cinta tanah air, tidak gamang melihat masa depan, tidak lekas menyerah, hakikat pemuda yang berkebudayaan Indonesia," sambung Hasto.
Lebih lanjut, Hasto berujar, Megawati mengingatkan tanpa rasa cinta tanah air, tanpa semangat juang tanpa identitas kebudayaan maka tidak pantas menyebut dirinya sebagai pemuda Indonesia. Karenanya, cinta tanah air juga harus menjadi pondasi utama kaum muda.
Lihat Juga :