KAMI Terkesan Menghilang sejak Aktivisnya Ditangkap, Pengamat Sebut Sedang Atur Napas

Senin, 26 Oktober 2020 - 08:34 WIB
Dia menilai, aparat kita terang sangat diskriminatif dan politik posisinya di atas hukum atau dengan kata lain, hukum harus tunduk pada kehendak dan selera politik. Harusnya realitas politik harus tunduk pada kehendak hukum. "Ini yang saya sebut kriminal dan kacau penegakan hukum kita di era sekarang," tutur dia.

Maka itu, Pangi menilai, KAMI memang terkesan agak diam sejenak setelah beberapa tokoh petinggi dan pentolan KAMI dipenjara oleh rezim pemerintah, karena dianggap getol mengkritik dan berseberangan pemikiran dan narasinya terkait persoalan bangsa.

(Baca juga: Gatot Nurmantyo Ungkap Upaya Penangkapan Ahmad Yani ).

"Tapi kalau kita cermati dan perhatikan statement dan komentar Gatot dan Din Syamsuddin sebagai tulang punggung kekuatan KAMI, mereka katanya nggak bakal ciut, nggak bakal mundur, atau menurun tensi kritiknya setelah tokoh-tokoh petinggi aktivis KAMI ditangkapi, katanya tak akan membuat mereka bungkam, apalagi jera, tetap akan kritis dan bersuara. Kita lihat saja nanti bagaimana ujung dari cerita ini," pungkas dia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!