Refly Harun Mengaku Menunggu Habib Rizieq Pulang
Selasa, 20 Oktober 2020 - 16:17 WIB
Habib Rizieq Shihab. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Ahli hukum tata negara Refly Harun secara pribadi mengaku menunggu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Diketahui, Habib Rizieq yang kini ada Arab Saudi dikabarkan segera pulang ke Tanah Air untuk memimpin revolusi akhlak.
Dalam salah satu bagian videonya, Refly berharap revolusi akhlak benar-benar terjadi. "Saya pribadi, dan kita semua, saya tidak tahu ya, menunggu Habib Rizieq pulang," kata Refly Harun dalam video berjudul 'SIAP-SIAP!! REVOLUSI HABIB RIZIEQ!!' yang tayang di Channel YouTube Refly Harun, Selasa (20/10/2020).
Namun, kata Refly , dia menanti Habib Rizieq pulang bukan karena dia mengagumi Habib Rizieq. Menurutnya, ini lebih karena hak warga negara untuk bisa menginjakkan kaki di negaranya sendiri dan untuk bertemu kerabatnya.
"Dan itu adalah hak asasi manusia. Sebagai warga negara dia tidak boleh kehilangan haknya untuk menginjak bumi ini. Kalau ada permasalahan dengan pemerintahan Arab Saudi, harusnya pemerintah kita turun tangan untuk menyelesaikannya karena tidak boleh membiarkan warga negara terkatung-katung di luar negeri, seperti stateless saja, seperti tidak ada pemerintah saja, seperti tidak ada kewarganegaraan saja. tidak boleh," paparnya.
Dalam salah satu bagian videonya, Refly berharap revolusi akhlak benar-benar terjadi. "Saya pribadi, dan kita semua, saya tidak tahu ya, menunggu Habib Rizieq pulang," kata Refly Harun dalam video berjudul 'SIAP-SIAP!! REVOLUSI HABIB RIZIEQ!!' yang tayang di Channel YouTube Refly Harun, Selasa (20/10/2020).
Namun, kata Refly , dia menanti Habib Rizieq pulang bukan karena dia mengagumi Habib Rizieq. Menurutnya, ini lebih karena hak warga negara untuk bisa menginjakkan kaki di negaranya sendiri dan untuk bertemu kerabatnya.
"Dan itu adalah hak asasi manusia. Sebagai warga negara dia tidak boleh kehilangan haknya untuk menginjak bumi ini. Kalau ada permasalahan dengan pemerintahan Arab Saudi, harusnya pemerintah kita turun tangan untuk menyelesaikannya karena tidak boleh membiarkan warga negara terkatung-katung di luar negeri, seperti stateless saja, seperti tidak ada pemerintah saja, seperti tidak ada kewarganegaraan saja. tidak boleh," paparnya.
Lihat Juga :