Sungai di Pulau Jawa Kritis, Jadi Tempat Pembuangan Limbah Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:23 WIB
Doni memperkirakan setiap hari sebesar Rp150 miliar dikeluarkan penduduk Pulau Jawa dengan kisaran 150 juta penduduk untuk mendapatkan air bersih. "Nah kalau kita hitung setiap orang setiap hari di Pulau Jawa ini mengeluarkan uang Rp1.000,- untuk membeli air bersih, ada 150 juta penduduk di Pulau Jawa, berarti bisa dibayangkan 150 miliar rupiah uang harus dihabiskan untuk mendapatkan air bersih. Katakanlah bukan 150 juta orang, tetapi setengahnya saja. Maka kita telah begitu banyak menghabiskan atau memboroskan biaya hanya untuk mendapatkan air bersih," kata Doni.

Dengan kenyataan itu, Doni pun mengajak untuk menjaga seluruh ekosistem baik kawasan hutan maupun sungai untuk kesejahteraan masyarakat. "Nah, sehingga ketika kita bisa menjaga seluruh ekosistem, baik itu kawasan hutan dan juga sungai yang ada, sehingga akhirnya bisa berkualitas dan ketika dikelola dengan baik bisa dimanfaatkan untuk air bersih, untuk minum bagi masyarakat kita, maka secara tidak langsung kita telah memberikan salah satu kebutuhan dasar yaitu masalah air untuk kesejahteraan masyarakat," katanya. (Baca juga: Aliran Bengawan Solo Gresik Diduga Tercemar Limbah Mikroplastik )

"Sekali lagi, masalah air masalah sungai menjadi konsen dan prioritas kita semua, kita yang hidup hari ini harus mendarmabaktikan sebagian dari waktu kita untuk merawat lingkungan supaya kelak generasi yang akan datang tidak dibebani dengan masalah lingkungan yang semakin parah," kata Doni.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!