Sungai di Pulau Jawa Kritis, Jadi Tempat Pembuangan Limbah Pabrik

Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:23 WIB
Dari data Kementerian LHK saat ini sebagian besar sungai-sungai, terutama di Pulau Jawa kondisinya sudah sangat kritis. FOTO/DOK.KORAN SINDO
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Doni Monardo mengatakan dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) saat ini sebagian besar sungai -sungai, terutama di Pulau Jawa kondisinya sudah sangat kritis.

"Data yang ada dari Kementerian LHK, sebagian sungai-sungai kita, terutama sungai-sungai besar di Pulau Jawa kondisinya sudah sangat kritis dan juga kritis. Dan juga tentunya dibutuhkan tingkat kepedulian lebih tinggi dari semua pihak, pihak pemerintah, pemerintah daerah, kemudian komunitas, termasuk juga kalangan dunia usaha," kata Doni dalam diskusi secara virtual "Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi" dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).



Pasalnya, kata Doni, sungai sudah menjadi tempat pembuangan raksasa, terutama limbah-limbah pabrik. "Karena sebagian besar limbah-limbah yang dari pabrik terutama, itu tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai aturan, itu langsung dibuang saja sungai. Jadi sungai itu menjadi tempat pembuangan sampah raksasa. Dan itu yang membuat kita sangat prihatin," katanya. (Baca juga: Menjaga Sungai Bengawan Solo, Industri Benahi Pengolahan Limbah )

Padahal, kata Doni, air sungai yang ada di semua kota besar di Pulau Jawa ini dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Mimun (PDAM). Namun, kini kondisinya tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk air minum. "Jadi sayang bagi PDAM akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memproses air, sehingga air itu layak dikonsumsi. Ternyata sebagian besar, sejumlah pejabat PDAM yang saya tanyakan itu mengatakan bahwa air yang mereka produksi sudah tidak layak minum. Padahal PDAM ini singkatan dari Perusahaan Daerah Air Minum, tetapi kenyataannya sudah tidak bisa lagi digunakan atau dimanfaatkan untuk air minum," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!