Mempertontonkan Syahganda dkk Diborgol Justru Mengundang Simpati Publik

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 17:33 WIB
Peneliti politik LIPI Siti Zuhro mengatakan perlakuan polisi terhadap Syahganda Nainggolan dan para aktivis KAMI justru menumbuhkan simpati publik. Foto/dok.SINDOnews. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Perlakuan Mabes Polri terhadap para tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap menyita perhatian banyak pihak. Tak sedikit yang menyayangkan ketika Syahganda Nainggolan , Jumhur Hidayat , Anton Permana digiring pada acara konferensi pers pada Kamis 15 Oktober 2020 dengan tangan diborgol mengenakan baju tahanan berwarna oranye.

Alih-alih mempermalukan dan memberikan efek jera, perlakuan tersebut dinilai justru menumbuhkan simpati masyarakat. "Dengan mempertontonkan adanya borgol itu justru akan lebih mengundang simpati dari publik. Ini kasusnya apa? Kasus korupsi besar? Kan begitu," ujar Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro kepada SINDOnews, Jumat (16/10/2020).



(Baca: Polisi Perlihatkan 9 Anggota KAMI, Politikus Demokrat Ini Menangis)

Zuhro mengatakan, Syahganda dan sejumlah aktivis lain yang ditangkap bukanlah pelaku tindak pidana korupsi, kendati polisi menggunakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk menjerat mereka."Kita kan sedang menjalankan sistem demokrasi. Bagaimana membedakan dengan suara kritis," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!