Hebat! Koperasi Indonesia Buat Aplikasi Video Conference Seperti Zoom
Kamis, 15 Oktober 2020 - 18:30 WIB
Budiman yang juga Founder Inovator 4.0 Indonesia itu memastikan, selain kualitas gambar yang sudah jernih, ke depan fitur-fitur di TEMON akan terus ditambah, dalam rangka penyempurnaannya. Harapanya, aplikasi ini bisa seperti Zoom yang kerap dipakai dalam rapat-rapat virtual, sehingga bisa dipakai oleh masyarakat Indonesia, terutama di desa-desa.
Lantaran berasal dari dalam negeri, data-data dari Temon.id, itu terdesentralisasi alias tidak terpusat dan ada server lokal. Oleh karena itu, tidak ada keraguan bahwa data penggunanya bisa bocor dan disalahgunakan oleh oknum dari luar negeri atau digunakan untuk mencari keuntungan oleh korporasi global. “Ini murni dari teman-teman koperasi, bukan korporasi. Kalau orang luar negeri bisa, Indonesia juga harus bisa,” kata Budiman meyakini.
KSDI yang menjadi pelopor sekaligus tulang punggung terciptanya TEMON ini, menurut Budiman, sudah berdiri sejak Juli lalu, dan sudah memiliki lebih dari 10.000 orang anggota di seluruh Indonesia. Seperti namanya, mayoritas anggota KSDI berasal dari desa dan tesebar di 24 provinsi. Mereka datang dari beragam latar belakang. Seperti pemuda-pemudi desa, pekerja elektro, pegiat dunia, digital, serta orang-orang yang bergelut di ranah teknologi informatika.
Lantaran berasal dari dalam negeri, data-data dari Temon.id, itu terdesentralisasi alias tidak terpusat dan ada server lokal. Oleh karena itu, tidak ada keraguan bahwa data penggunanya bisa bocor dan disalahgunakan oleh oknum dari luar negeri atau digunakan untuk mencari keuntungan oleh korporasi global. “Ini murni dari teman-teman koperasi, bukan korporasi. Kalau orang luar negeri bisa, Indonesia juga harus bisa,” kata Budiman meyakini.
KSDI yang menjadi pelopor sekaligus tulang punggung terciptanya TEMON ini, menurut Budiman, sudah berdiri sejak Juli lalu, dan sudah memiliki lebih dari 10.000 orang anggota di seluruh Indonesia. Seperti namanya, mayoritas anggota KSDI berasal dari desa dan tesebar di 24 provinsi. Mereka datang dari beragam latar belakang. Seperti pemuda-pemudi desa, pekerja elektro, pegiat dunia, digital, serta orang-orang yang bergelut di ranah teknologi informatika.
(cip)
Lihat Juga :