Sikap Demokrat Tolak Ciptaker Dinilai Bakal Jadi Catatan Positif Publik
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:43 WIB
Sejumlah anggota DPR fraksi Partai Demokrat meninggalkan ruang sidang (walk out) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). FOTO/ANTARA/Hafidz Mubarak A
JAKARTA - Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam menilai sikap Partai Demokrat yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) akan menjadi catatan positif bagi publik.
Untuk diketahui, Fraksi Partai Demokrat melakukan aksi walk out dari ruang rapat paripurna DPR RI pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Ciptaker pada Senin 5 Oktober 2020.
"Sikap Demokrat yang menolak Omnibus Law saya kira akan menjadi catatan positif bagi publik. Hal ini karena di tengah arus besar parpol di Senayan yang 7 fraksi mendukung Omnibus Law, Fraksi Demokrat muncul sebagai kekuatan politik yang berseberangan," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (15/10/2020). (Baca juga: Drama Pengesahan RUU Cipta Kerja, Tangisan hingga Aksi Walk Out )
Menurut dia, secara elektoral, sikap itu akan menumbuhkan persepsi positif Partai Demokrat di tengah masyarakat. "Termasuk kelompok milenial," katanya.
Untuk diketahui, Fraksi Partai Demokrat melakukan aksi walk out dari ruang rapat paripurna DPR RI pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Ciptaker pada Senin 5 Oktober 2020.
"Sikap Demokrat yang menolak Omnibus Law saya kira akan menjadi catatan positif bagi publik. Hal ini karena di tengah arus besar parpol di Senayan yang 7 fraksi mendukung Omnibus Law, Fraksi Demokrat muncul sebagai kekuatan politik yang berseberangan," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (15/10/2020). (Baca juga: Drama Pengesahan RUU Cipta Kerja, Tangisan hingga Aksi Walk Out )
Menurut dia, secara elektoral, sikap itu akan menumbuhkan persepsi positif Partai Demokrat di tengah masyarakat. "Termasuk kelompok milenial," katanya.
Lihat Juga :