Anak Ideologis Disebut Hasil Kaderisasi Politik, Pengamat: Omong Kosong
Rabu, 14 Oktober 2020 - 07:57 WIB
Pangi menyebut fenomena politik Indonesia sebagai politik kain sarung. ”Seperti lingkaran kain sarung' muter-muter di situ saja, yakni elite oligarki dan tren politik klientelistik. Ini sudah tabiat alam, manusiawi sekali bagaimana trah mereka tetap ingin berkuasa, menjadi elite dan memberikan pikiran, pengaruh dan kontribusinya," ujarnya.
Akan tetapi, faktanya yang terjadi tidak sepenuhnya soal ideologis. Pangi mengatakan, para elite politik terkesan omong kosong ketika bicara kaderisasi. Sebab, yang ada hanya bagaimana beramai-ramai membangun dinasti politik dari trah keluarga mereka.
"Lihat saja sekarang masih memakai jurus aji mumpung, anak ideologisnya maju dalam pilkada, mumpung masih menjabat presiden, ini etika politiknya berat," tukas dia.
Akan tetapi, faktanya yang terjadi tidak sepenuhnya soal ideologis. Pangi mengatakan, para elite politik terkesan omong kosong ketika bicara kaderisasi. Sebab, yang ada hanya bagaimana beramai-ramai membangun dinasti politik dari trah keluarga mereka.
"Lihat saja sekarang masih memakai jurus aji mumpung, anak ideologisnya maju dalam pilkada, mumpung masih menjabat presiden, ini etika politiknya berat," tukas dia.
(muh)
Lihat Juga :