Ubah Stigma, Terpapar Covid-19 Bukan Harga Mati

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:21 WIB
Talkshow Menghapus Stigma Pasien Covid-19 di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (9/10/2020).
JAKARTA - Pasien Covid-19 harus jujur dengan status positif virus corona yang menyerang imunitas tubuhnya.

Psikolog Anak dan Keluarga Dra. Mira Amir menegaskan pasien Covid-19 perlu terbuka dan menerima dengan lapang dada setelah dinyatakan terpapar Covid-19. "Kalau kita menutupi berarti sedih sendiri. Sebaliknya kalau kita jujur dan senang itu setengah menuju kesembuhan," ujar Mira Amir dalam talkshow "Menghapus Stigma Pasien Covid-19" di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (9/10/2020) siang.



Mira juga menyinggung soal stigma dari masyarakat terhadap pasien Covid-19. Stigma, lanjut Mira, itu di luar kontrol. Lebih baik fokus pada sesuatu yang bisa diubah atau mengatur ulang daripada memikirkan pernyataan negatif yang menambah beban. "Jadi bukan memikirkan ini-itu karena kita nggak bisa ubah kondisi tersebut. Tapi kita bisa atur bagaimana bisa membuat kondisi nyaman dan bahagia," kata Mira.

Penyintas Covid-19 Albert Ade mengatakan dirinya sempat menolak saat dinyatakan positif Covid-19. Apalagi gejala yang dialaminya menyerupai demam berdarah. Namun saat dinyatakan positif pikiran berubah kosong. "Pikiran langsung kosong dan hanya teringat keluarga saat dinyatakan Covid," ungkap Mira.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!