Pelibatan TNI Harus Tetap Atas Perintah Presiden
Rabu, 07 Oktober 2020 - 14:30 WIB
Selain figur-figur penting di atas, Webinar juga menghadirkan Ken Setiawan (Mantan NII, Ketua NII Center) sebagai salah satu pembicara yang menjelaskan kritik kerasnya terhadap situasi radikalisme yang berkembang di masyarakat.
Dia menyoroti figur-figur yang selama ini ditokohkan di masyarakat tetapi justru menjadi penyebar radikalisme melalui jalur ceramah dan distribusi informasi yang mengandung distorsi, hoaks dan ujaran kebencian.
Ken juga menjelaskan pengalamannya menjadi bagian dari NII dan bagaimana akhirnya ia memili keluar dari NII karena menyadari bahwa banyak hal yang secara prinsipiil bertentangan dengan keyakinan keagamaan yang dipelajarinya.
Sementara itu, Ustaz Haris yang merupakan mantan anggota NII dan tokoh dari organisasi-organisasi radikal seperti Jamaah Anshorussyariah memaparkan pengalaman pribadinya menjadi bagian dari gerakan ini selama kurang lebih 27 tahun, sampai akhirnya menyadari kekeliruannya jalannya paska penangkapan oleh Densus 88 pada tahun 2010.
Saat ini Ustaz Haris mendirikan Yayasan Hubbul Wathon, yang merupakan organisasi yang merangkul para napi kasus terorisme (napiter) yang insyaf dan mau berjuang untuk melakukan Pendidikan publik agar tidak terpapar gerakan radikalisme dan menulis buku berjudul Hijrah Dari Radikal Kepada Moderat.
Buku itu didedikasikan sebagai karya untuk mengingatkan publik agar waspada tentang bahaya radikalisme dan terorisme dengan memahami gerakan-gerakan mereka.
Dia menyoroti figur-figur yang selama ini ditokohkan di masyarakat tetapi justru menjadi penyebar radikalisme melalui jalur ceramah dan distribusi informasi yang mengandung distorsi, hoaks dan ujaran kebencian.
Ken juga menjelaskan pengalamannya menjadi bagian dari NII dan bagaimana akhirnya ia memili keluar dari NII karena menyadari bahwa banyak hal yang secara prinsipiil bertentangan dengan keyakinan keagamaan yang dipelajarinya.
Sementara itu, Ustaz Haris yang merupakan mantan anggota NII dan tokoh dari organisasi-organisasi radikal seperti Jamaah Anshorussyariah memaparkan pengalaman pribadinya menjadi bagian dari gerakan ini selama kurang lebih 27 tahun, sampai akhirnya menyadari kekeliruannya jalannya paska penangkapan oleh Densus 88 pada tahun 2010.
Saat ini Ustaz Haris mendirikan Yayasan Hubbul Wathon, yang merupakan organisasi yang merangkul para napi kasus terorisme (napiter) yang insyaf dan mau berjuang untuk melakukan Pendidikan publik agar tidak terpapar gerakan radikalisme dan menulis buku berjudul Hijrah Dari Radikal Kepada Moderat.
Buku itu didedikasikan sebagai karya untuk mengingatkan publik agar waspada tentang bahaya radikalisme dan terorisme dengan memahami gerakan-gerakan mereka.
(dam)
Lihat Juga :