Ngebet Nyapres tapi Ogah Bikin Parpol, Gatot Maksimal Cuma Jadi Menteri
Senin, 05 Oktober 2020 - 13:40 WIB
Di samping itu, GN tidak hanya harus mendapat dukungan parpol tetapi juga harus mencapai presidential threshold ( PT). "Konteks Pilpres 2024, GN harus meyakinkan beberapa parpol agar dapat memenuhi PT 20%. Ini sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Syukur kalau peninjauan RUU PT ini dikabulkan, ada sedikit keringanan dan kemudahan," terangnya.
Persolannya kemudian, lanjut Fadhli, GN harus bersaing dengan kader partai yang tidak kalah populer, memiliki aksepabilitas, kapabilitas dan berpengalaman memimpin birokrasi daerah. "Kita tidak sedang berandai-andai. Tentu parpol akan lebih memprioritaskan kadernya sendiri untuk maju," imbuhnya.
(Baca: Elektabilitas Gatot Nurmantyo Tinggi, Parpol Bakal Mendekat)
Terkait hal itu, analis politik asal UIN Syarif idayatullah Jakarta ini menyarankan agar Gatot segera mendirikan parpol atau setidaknya masuk parpol menengah bawah yang sudah ada.
"Dengan begitu masih banyak waktu mengkonsolidasikan barisan menuju 2024. Kalau tidak begitu GN hanya berpeluang ditunjuk jadi Menteri, itu juga kalau pasangan yang diusung menang pemilu," pungkas dia. (Rakhmat)
Persolannya kemudian, lanjut Fadhli, GN harus bersaing dengan kader partai yang tidak kalah populer, memiliki aksepabilitas, kapabilitas dan berpengalaman memimpin birokrasi daerah. "Kita tidak sedang berandai-andai. Tentu parpol akan lebih memprioritaskan kadernya sendiri untuk maju," imbuhnya.
(Baca: Elektabilitas Gatot Nurmantyo Tinggi, Parpol Bakal Mendekat)
Terkait hal itu, analis politik asal UIN Syarif idayatullah Jakarta ini menyarankan agar Gatot segera mendirikan parpol atau setidaknya masuk parpol menengah bawah yang sudah ada.
"Dengan begitu masih banyak waktu mengkonsolidasikan barisan menuju 2024. Kalau tidak begitu GN hanya berpeluang ditunjuk jadi Menteri, itu juga kalau pasangan yang diusung menang pemilu," pungkas dia. (Rakhmat)
(muh)
Lihat Juga :