Partai Ummat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Figur Amien Rais
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 09:13 WIB
Amien Rais sepertinya tak bisa lagi bertahan di partai yang didirikannya. Amien dan kubu Zulkifli Hasan, yang berkuasa di PAN, diketahui sudah lama tidak sejalan. Amien ingin PAN menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan Zulkifli ingin berada di barisan penguasa.
Kekalahannya di Kongres V PAN di Kendari Februari lalu, semakin menguatkan keinginan Amien dan loyalisnya keluar dari PAN. Putra sulungnya, Hanafi Rais, memberi sinyal kuat ketika mengundurkan dari Senayan dan posisi kepengurusan PAN.
Kini Amien Rais dan loyalisnya sudah mempunyai kapal baru. Idil Akbar mengatakan, sosok Amien Rais tak bisa dimungkiri masih akan menjadi magnet untuk Partai Ummat. Minimal membawa atau menjadi daya pikat untuk para pendukungnya bergabung ke Partai Ummat.
Namun Idil menerangkan, sosok Amien dan Hanafi Rais saja tidak cukup untuk membesarkan Partai Ummat. Selain itu, penting bagi Amien untuk membuat partai yang modern dan tidak tergantung pada sosok-sosok tertentu.
"Parpol terbaik itu ketika ada modernisasi dan tidak membangun oligarki kepartaian. Kalau Partai Ummat seperti itu, masih (bergantung) sosok Amien Rais dan anaknya, apa bedanya dengan partai yang sudah ada, PDIP dan Demokrat," tuturnya.
Kekalahannya di Kongres V PAN di Kendari Februari lalu, semakin menguatkan keinginan Amien dan loyalisnya keluar dari PAN. Putra sulungnya, Hanafi Rais, memberi sinyal kuat ketika mengundurkan dari Senayan dan posisi kepengurusan PAN.
Kini Amien Rais dan loyalisnya sudah mempunyai kapal baru. Idil Akbar mengatakan, sosok Amien Rais tak bisa dimungkiri masih akan menjadi magnet untuk Partai Ummat. Minimal membawa atau menjadi daya pikat untuk para pendukungnya bergabung ke Partai Ummat.
Namun Idil menerangkan, sosok Amien dan Hanafi Rais saja tidak cukup untuk membesarkan Partai Ummat. Selain itu, penting bagi Amien untuk membuat partai yang modern dan tidak tergantung pada sosok-sosok tertentu.
"Parpol terbaik itu ketika ada modernisasi dan tidak membangun oligarki kepartaian. Kalau Partai Ummat seperti itu, masih (bergantung) sosok Amien Rais dan anaknya, apa bedanya dengan partai yang sudah ada, PDIP dan Demokrat," tuturnya.
(maf)
Lihat Juga :