Dilema Partai Baru Amien Rais Diprediksi Sulit Berkembang

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 08:50 WIB
Sehingga kata dia, asasnya sama dengan PAN yang berasaskan Pancasila dan besifat terbuka, majemuk, berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis dan agama. Karyono menuturkan, PAN tidak menjadikan Islam sebagai asas, tapi agama menjadi landasan perjuangan PAN.

"Walau demikian, Partai Ummat tetap harus berjibaku merebut suara di pemilu nanti, partai baru yang didirikan Amien akan berebut ceruk pemilih partai Islam dan bersaing dengan partai berhaluan nasiinalis. Dengan posisi seperti itu, partai baru bentukan Amien tidak mudah untuk merebut pemilih," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, mungkin Amien Rais berharap dapat merebut suara dari basis Muhammadiyah dan berharap dukungan dari golongan umat Islam lainnya. "Tetapi nampaknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, basis pemilih Muhammadiyah telah menyebar ke sejumlah partai," ujarnya.

Dia menambahkan, sebagian preferensi pemilih Muhammadiyah menyalurkan aspirasinya ke PAN, sebagian lagi ke partai lain dimana sejumlah partai juga mengakomodir tokoh-tokoh Muhammadiyah yang tentu saja dapat menyedot suara Muhammadiyah.

Pun demikian lanjut dia, umat Islam yang tergabung dalam nahdlatul ulama (kalangan nahdliyin), Persis, LDII dan lain-lain telah menjadi rebutan sejumlah partai, tidak hanya partai islam tapi juga partai nasionalis.

"Oleh karenanya, sebagai pendatang baru, partai besutan Amien Rais harus bekerja keras untuk merebut ceruk pemilih yang sudah terkavling itu. Salah satunya, perlu membuat deferensiasi dan gebrakan luar biasa yang membedakan dari yang lain," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!