DPR Minta Pemerintah Kampanyekan Bahan Tradisional untuk Penangkal Covid-19
Rabu, 30 September 2020 - 01:09 WIB
Anggia mengatakan, berdasarkan penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mereka sering terkendala pada aturan atau tahapan yang belum bisa ditembus oleh bahan baku dari Indonesia.
“Menurut saya bukan tidak bisa ditembus, tapi nggak ada political will saja. Apanya sih yang nggak bisa ditembus? Kan sudah bertahun-tahun bahkan ribuan tahun sebagai warisan turun temurun, jamu itu punya khasiat untuk kesehatan, tapi masih saja dianggap nggak terbukti uji klinis,” kata doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) ini.
(Baca: Menkes Yakinkan Masyarakat Jangan Khawatir Konsumsi Obat Tradisional Modern)
Ketua Umum PP Fatayat NU ini mengaku heran karena sebenarnya cukup banyak temuan anak bangsa berbagai obat untuk peningkatan daya tahan tubuh yang berasal dari bahan-bahan herbal alami asli Indonesia, tapi sejauh ini masih sporadis dan belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah untuk dioptimalkan penggunaannya secara sistematis. ”Menurut saya perlu didorong pengoptimalan kekayaan alam ini, pemerintah harus lebih memprioritaskan itu,” katanya.
Anggia sendiri mengaku setiap hari mengkonsumsi jamu bersama seluruh anggota keluarganya untuk meningkatkan kebugaran. ”Aku bikin jamu ritual, anakku tak kasih semua. Setiap malam sebelum tidur pasti semua minum jamu kunyit, jahe merah, temulawak, serai,” katanya.
“Menurut saya bukan tidak bisa ditembus, tapi nggak ada political will saja. Apanya sih yang nggak bisa ditembus? Kan sudah bertahun-tahun bahkan ribuan tahun sebagai warisan turun temurun, jamu itu punya khasiat untuk kesehatan, tapi masih saja dianggap nggak terbukti uji klinis,” kata doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) ini.
(Baca: Menkes Yakinkan Masyarakat Jangan Khawatir Konsumsi Obat Tradisional Modern)
Ketua Umum PP Fatayat NU ini mengaku heran karena sebenarnya cukup banyak temuan anak bangsa berbagai obat untuk peningkatan daya tahan tubuh yang berasal dari bahan-bahan herbal alami asli Indonesia, tapi sejauh ini masih sporadis dan belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah untuk dioptimalkan penggunaannya secara sistematis. ”Menurut saya perlu didorong pengoptimalan kekayaan alam ini, pemerintah harus lebih memprioritaskan itu,” katanya.
Anggia sendiri mengaku setiap hari mengkonsumsi jamu bersama seluruh anggota keluarganya untuk meningkatkan kebugaran. ”Aku bikin jamu ritual, anakku tak kasih semua. Setiap malam sebelum tidur pasti semua minum jamu kunyit, jahe merah, temulawak, serai,” katanya.
(muh)
Lihat Juga :