Pemerintah Buka Peluang Turunkan Biaya Tes Swab
Selasa, 29 September 2020 - 08:02 WIB
Permintaan agar pemerintah membuat standar harga sudah sering disampaikan. Namun, faktanya hingga tujuh bulan masa pandemi, penyeragaman tarif batas atas tidak kunjung direalisasikan. Perlakuan pemerintah terhadap swab test berbeda dengan alat pengujian rapid test.
Pada Juli lalu, Kemenkes menerbitkan surat edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang isinya menetapkan standar rapid. Biaya rapid yang tadinya mencapai jutaan, distandarkan menjadi Rp150 ribu per pemeriksaan. Ini dilakukan untuk merespons dugaan ada pihak yang menjadikan rapid test sebagai lahan bisnis di tengah tingginya permintaan.
Doni Monardo pada sebuah rapat dengan DPR beberapa waktu lalu mengatakan, masyarakat masih kesulitan melakukan tes karena biaya dipatok rumah sakit rata-rata di atas Rp2,5 juta. Padahal, kata dia, tarif tes PCR atau pemeriksaan per spesimen tidak melebihi angka Rp500 ribu. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Mengenai kapan waktu tarif swab distandarkan, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut saat masih dalam proses penyamaan pagu. Pemerintah segera mengumumkan jika sudah ada hasilnya.
“Segera setelah kami dapat hasilnya akan kami umumkan kepada masyarakat. Kami berusaha keras agar masyarakat bisa mendapat harga termurah dan terjangkau,” ungkapnya.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mengatakan harga tes swab di Tanah Air memang masih sangat mahal. Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, misalnya reagen untuk periksa PCR masih mahal. “Harusnya tes swab mandiri dipermudah, tapi kan memang tes ini mahal,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Padahal, kata dia, biaya tes swab murah akan mendorong orang melakukan pemeriksaan mandiri yang dengan sendirinya membantu pemerintah memperbanyak rasio pengetesan. Kemampuan tes Indonesia menurut dia masih jauh dari standar WHO, hanya Jakarta yang memenuhi target. (Baca juga: Era Teknologi KTP Biometrik Dimulai)
Ahli mikrobiologi dari Universitas Indonesia, Pratiwi Pujilestari Sudarmono, memaparkan sejumlah alasan sehingga harga tes swab ini mahal. Satu di antaranya karena menggunakan mesin khusus dan perangkat (kit) pendukung. Harga per satu kali tes dengan memakai dua kit berkisar Rp500–600 ribu.
Pada Juli lalu, Kemenkes menerbitkan surat edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang isinya menetapkan standar rapid. Biaya rapid yang tadinya mencapai jutaan, distandarkan menjadi Rp150 ribu per pemeriksaan. Ini dilakukan untuk merespons dugaan ada pihak yang menjadikan rapid test sebagai lahan bisnis di tengah tingginya permintaan.
Doni Monardo pada sebuah rapat dengan DPR beberapa waktu lalu mengatakan, masyarakat masih kesulitan melakukan tes karena biaya dipatok rumah sakit rata-rata di atas Rp2,5 juta. Padahal, kata dia, tarif tes PCR atau pemeriksaan per spesimen tidak melebihi angka Rp500 ribu. (Baca juga: Pneumonia Butuh Penanganan Serius)
Mengenai kapan waktu tarif swab distandarkan, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut saat masih dalam proses penyamaan pagu. Pemerintah segera mengumumkan jika sudah ada hasilnya.
“Segera setelah kami dapat hasilnya akan kami umumkan kepada masyarakat. Kami berusaha keras agar masyarakat bisa mendapat harga termurah dan terjangkau,” ungkapnya.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mengatakan harga tes swab di Tanah Air memang masih sangat mahal. Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, misalnya reagen untuk periksa PCR masih mahal. “Harusnya tes swab mandiri dipermudah, tapi kan memang tes ini mahal,” ujarnya saat dihubungi kemarin.
Padahal, kata dia, biaya tes swab murah akan mendorong orang melakukan pemeriksaan mandiri yang dengan sendirinya membantu pemerintah memperbanyak rasio pengetesan. Kemampuan tes Indonesia menurut dia masih jauh dari standar WHO, hanya Jakarta yang memenuhi target. (Baca juga: Era Teknologi KTP Biometrik Dimulai)
Ahli mikrobiologi dari Universitas Indonesia, Pratiwi Pujilestari Sudarmono, memaparkan sejumlah alasan sehingga harga tes swab ini mahal. Satu di antaranya karena menggunakan mesin khusus dan perangkat (kit) pendukung. Harga per satu kali tes dengan memakai dua kit berkisar Rp500–600 ribu.
Lihat Juga :