7% Masyarakat Akan Kucilkan atau Beri Cap Negatif Penderita Covid-19

Senin, 28 September 2020 - 17:13 WIB
Wisma Atlet yang digunakan merawat pasien positif Covid-19. Survei BPS mencatat masih ada kecenderungan warga masyarakat yang akan mengucilkan atau memberi stigma negatif penderita Covid-19.Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Sebagian kecil masyarakat masih menganggap bahwa penderita Covid-19 adalah orang yang wajib dijauhi. Hal ini terbaca dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19 .

Survei yang dilaksanakan dari 7 hingga 14 September mencatat fakta bahwa 7% dengan sampel 90.967 orang akan mengucilkan atau memberikan stigma negatif kepada penderita Covid-19. “Tentunya ini tidak bisa dibiarkan saja,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam rilis hasilsurvei di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).



(Baca: Berdasarkan Survei BPS, Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan)

Suhariyanto pun mencontohkan misalnya ada kasus pegawai BPS yang positif masuk ke Wisma Atlet, setelah dinyatakan negatif dia tetap ditolak alias tidak boleh masuk tempat kosnya. “Sehingga kita harus memberikan, mencarikan tempat lain.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!