Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk UMKM
Selasa, 28 Juli 2026 - 19:34 WIB
“Misalnya, pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit atau TKKS yang memiliki pasokan melimpah dan punya potensi sangat besar,” katanya di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Volume limbah kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Ketersediaan tandan kosong ini melimpah di PKS karena berdasarkan asumsi bahwa sekitar 23 persen dari TBS akan menjadi tandan kosong dengan kadar bahan kering mencapai 35 persen.
Nikmatin menyampaikan inisiatif pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit telah dilakukan pelaku usaha di Indonesia. Dia mencontohkan PT Intertisi Material Maju (IMM) yang mampu mengolah TKKS menjadi berbagai produk UMKM bernilai tambah tinggi seperti helm, tas, alas kaki, batik, rompi anti-peluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.
Selama ini TKKS hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik. Melalui inovasi, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Nikmatin menuturkan pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit di PT Intertisi Material Maju berawal dari kegiatan riset yang dimulai pada tahun 2015 dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). BPDP memiliki peran penting dalam mendorong riset dan inovasi terkait pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Volume limbah kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Ketersediaan tandan kosong ini melimpah di PKS karena berdasarkan asumsi bahwa sekitar 23 persen dari TBS akan menjadi tandan kosong dengan kadar bahan kering mencapai 35 persen.
Nikmatin menyampaikan inisiatif pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit telah dilakukan pelaku usaha di Indonesia. Dia mencontohkan PT Intertisi Material Maju (IMM) yang mampu mengolah TKKS menjadi berbagai produk UMKM bernilai tambah tinggi seperti helm, tas, alas kaki, batik, rompi anti-peluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.
Selama ini TKKS hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik. Melalui inovasi, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Nikmatin menuturkan pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit di PT Intertisi Material Maju berawal dari kegiatan riset yang dimulai pada tahun 2015 dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). BPDP memiliki peran penting dalam mendorong riset dan inovasi terkait pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Lihat Juga :