Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Menyoroti Mekanisme Kritik dalam Demokrasi
Selasa, 28 Juli 2026 - 16:31 WIB
Lebih jauh, Amir mengingatkan bahwa para penggagas Kabinet Bayangan seharusnya mempertimbangkan dampak politik dan sejarah dari langkah tersebut. "Mereka seharusnya malu kepada anak cucunya. Dalam catatan sejarah, mereka akan dikenang sebagai bagian dari kabinet bayangan yang tidak memiliki mandat rakyat. Politik seharusnya menawarkan solusi, bukan sekadar panggung pencitraan," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Kabinet Bayangan bentukan koalisi masyarakat sipil diumumkan dengan menunjuk Feri Amsari sebagai Menteri Sekretaris Negara serta melibatkan sejumlah akademisi dan profesional untuk mengisi berbagai posisi kementerian. Kelompok tersebut menyatakan kabinet bayangan dibentuk sebagai sarana pengawasan dan penyampaian alternatif kebijakan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Baca juga: Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Namun, menurut Amir, kritik terhadap pemerintah akan lebih bernilai apabila disampaikan melalui mekanisme demokrasi yang konstruktif dan berbasis gagasan. Bukan melalui pembentukan struktur yang dinilainya tidak memiliki legitimasi politik maupun konstitusional.
Sebagaimana diketahui, Kabinet Bayangan bentukan koalisi masyarakat sipil diumumkan dengan menunjuk Feri Amsari sebagai Menteri Sekretaris Negara serta melibatkan sejumlah akademisi dan profesional untuk mengisi berbagai posisi kementerian. Kelompok tersebut menyatakan kabinet bayangan dibentuk sebagai sarana pengawasan dan penyampaian alternatif kebijakan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Baca juga: Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Namun, menurut Amir, kritik terhadap pemerintah akan lebih bernilai apabila disampaikan melalui mekanisme demokrasi yang konstruktif dan berbasis gagasan. Bukan melalui pembentukan struktur yang dinilainya tidak memiliki legitimasi politik maupun konstitusional.
(poe)
Lihat Juga :