Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:19 WIB
Hal itu, kata dia, menambah keberanian bagi dirinya dan jajarannya (KLH) untuk tidak lagi main-main dengan pihak perusak lingkungan. "Saya menilai itu contoh yang baik sekali menambah keberanian saya," kata Jumhur.
Jumhur juga menyampaikan bahwa KLH juga punya rencana untuk melakukan pertobatan ekologis nasional. "Kita secara budaya, secara kesadaran, kita berubah, kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar. Artinya tobatkan kira-kira seperti itu," kata Jumhur.
Jumhur mengatakan, boleh melakukan pembangunan tapi jangan sampai merusak alam lingkungan. Bahkan sekarang ini perlu melakukan bagaimana caranya membangun sembari melestarikan lingkungan.
Dia mengungkapkan, banyak sekali contoh upaya melestarikan lingkungan. Hal yang paling sederhana adalah patuh terhadap peraturan. Menurutnya, itu merupakan contoh paling sederhana, sebab semuanya sudah ada dalam peraturan, misal kalau ingin membangun sesuatu maka harus melakukan ini dan itu.
"Namun kami akui juga boleh jadi kerusakan lingkungan itu terjadi juga karena unsur pengawasan dari kami (KLH) yang kurang. Itu kami akui dan menjadi bagian bertobat juga. Jadi tidak usah menyalahkan orang lain tapi akui karena kesalahan kami sendiri yang kurang mengawasi atau minimal kami diamkan terus-menerus sehingga terjadi kerusakan lingkungan. Terpenting sekarang dengan melakukan pertobatan ekologis adalah kita semua melakukan introspeksi diri demi menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya.
Jumhur juga menyampaikan bahwa KLH juga punya rencana untuk melakukan pertobatan ekologis nasional. "Kita secara budaya, secara kesadaran, kita berubah, kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar. Artinya tobatkan kira-kira seperti itu," kata Jumhur.
Jumhur mengatakan, boleh melakukan pembangunan tapi jangan sampai merusak alam lingkungan. Bahkan sekarang ini perlu melakukan bagaimana caranya membangun sembari melestarikan lingkungan.
Dia mengungkapkan, banyak sekali contoh upaya melestarikan lingkungan. Hal yang paling sederhana adalah patuh terhadap peraturan. Menurutnya, itu merupakan contoh paling sederhana, sebab semuanya sudah ada dalam peraturan, misal kalau ingin membangun sesuatu maka harus melakukan ini dan itu.
"Namun kami akui juga boleh jadi kerusakan lingkungan itu terjadi juga karena unsur pengawasan dari kami (KLH) yang kurang. Itu kami akui dan menjadi bagian bertobat juga. Jadi tidak usah menyalahkan orang lain tapi akui karena kesalahan kami sendiri yang kurang mengawasi atau minimal kami diamkan terus-menerus sehingga terjadi kerusakan lingkungan. Terpenting sekarang dengan melakukan pertobatan ekologis adalah kita semua melakukan introspeksi diri demi menjaga kelestarian lingkungan," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :