Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Jum'at, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB
Sejak didirikan pada tahun 2019, BPDLH telah menjalankan 21 proyek, di antaranya 8 proyek telah selesai. BPDLH memiliki layanan yang mencakup lima program tematik, yaitu Forestry and Other Land Use (FOLU), energi bersih, ekonomi sirkular, kesehatan-air-ketahanan pangan, serta ketahanan iklim dan bencana. Program-program tersebut diperkuat dan diselaraskan dengan agenda strategis nasional guna mendorong investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
“BPDLH diberi mandat sebagai penyalur dana lingkungan hidup. Kami menyalurkan pendanaan dari hulu ke hilir untuk individu maupun kelompok agar manfaatnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti sektor AFOLU yang mencakup banyak bidang keberlanjutan, dukungan yang disalurkan diharapkan mampu menciptakan dampak, memperkuat aksi kolektif, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto.
Proyek tersebut dijalankan dengan menerapkan kolaborasi multipihak untuk memperluas dampaknya dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga non-profit, kelompok masyarakat, pegiat lingkungan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat hukum adat bersama-sama memberikan kontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan di Indonesia.
Seluruh upaya yang telah dilakukan pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia akan terus dijalankan, dipantau, dan dievaluasi agar menghasilkan inovasi pelestarian lingkungan yang tepat sasaran dan berdampak. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah BPDLH Zulkifli Hasan.
"Saya berharap momentum rapat perdana ini menjadi awal penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar BPDLH semakin berperan sebagai instrumen pembiayaan pembangunan hijau yang memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia," ujarnya.
“BPDLH diberi mandat sebagai penyalur dana lingkungan hidup. Kami menyalurkan pendanaan dari hulu ke hilir untuk individu maupun kelompok agar manfaatnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti sektor AFOLU yang mencakup banyak bidang keberlanjutan, dukungan yang disalurkan diharapkan mampu menciptakan dampak, memperkuat aksi kolektif, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto.
Proyek tersebut dijalankan dengan menerapkan kolaborasi multipihak untuk memperluas dampaknya dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga non-profit, kelompok masyarakat, pegiat lingkungan, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat hukum adat bersama-sama memberikan kontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan di Indonesia.
Seluruh upaya yang telah dilakukan pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia akan terus dijalankan, dipantau, dan dievaluasi agar menghasilkan inovasi pelestarian lingkungan yang tepat sasaran dan berdampak. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Komite Pengarah BPDLH Zulkifli Hasan.
"Saya berharap momentum rapat perdana ini menjadi awal penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar BPDLH semakin berperan sebagai instrumen pembiayaan pembangunan hijau yang memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :