Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran

Jum'at, 24 Juli 2026 - 18:18 WIB
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, kuota peserta terus diperluas. Pada angkatan pertama, pemerintah menyediakan kesempatan bagi 100.000 peserta dan pada Angkatan kedua 2026 menjadi 150.000 peserta.

Afriansyah mengatakan, perluasan kuota tersebut juga diikuti dengan pemerataan akses mengingat program ini tidak difokuskan di Pulau Jawa saja, melainkan dari seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut juga dinilai penting mengingat tantangan ketenagakerjaan Indonesia masih cukup besar.

Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berharap dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.

“Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan,” ungkapnya.

Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan, peserta juga mendapatkan uang saku setara UMP atau UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga bekal kompetensi yang diakui secara nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!