Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Rabu, 15 Juli 2026 - 22:39 WIB
"Kemampuan memahami dan menggunakan AI harus menjadi keterampilan dasar bagi pekerja masa depan," ujar William, Rabu (15/7/2026).
Baca juga: May Day Bareng Ribuan Buruh di Monas: Prabowo dan Harapan Baru untuk Pekerja
Pemerintah, pengusaha, lembaga pendidikan, dan serikat pekerja harus bekerja sama memastikan seluruh pekerja memiliki kesempatan yang sama memperoleh pelatihan dan pengembangan kompetensi.
"Transformasi digital tidak boleh menciptakan kelompok yang tertinggal. Transformasi digital harus membuka kesempatan bagi semua orang," ujarnya.
Menurut William, Indonesia mendorong empat agenda utama dalam forum tersebut, yakni penguatan dialog sosial tripartit, investasi besar pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemanfaatan AI sebagai alat pemberdayaan, bukan pengganti pekerja, serta perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja migran.
Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi digital menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. "Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan organisasi pekerja menjadi kunci agar transformasi digital berlangsung secara inklusif," ujarnya.
Baca juga: May Day Bareng Ribuan Buruh di Monas: Prabowo dan Harapan Baru untuk Pekerja
Pemerintah, pengusaha, lembaga pendidikan, dan serikat pekerja harus bekerja sama memastikan seluruh pekerja memiliki kesempatan yang sama memperoleh pelatihan dan pengembangan kompetensi.
"Transformasi digital tidak boleh menciptakan kelompok yang tertinggal. Transformasi digital harus membuka kesempatan bagi semua orang," ujarnya.
Menurut William, Indonesia mendorong empat agenda utama dalam forum tersebut, yakni penguatan dialog sosial tripartit, investasi besar pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemanfaatan AI sebagai alat pemberdayaan, bukan pengganti pekerja, serta perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja migran.
Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi digital menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. "Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan organisasi pekerja menjadi kunci agar transformasi digital berlangsung secara inklusif," ujarnya.
Lihat Juga :