Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Rabu, 15 Juli 2026 - 21:43 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) Eko Mulyadi menilai KDKMP tidak hanya ditujukan untuk membentuk unit usaha baru, tetapi juga menggeser pusat pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya bertumpu di perkotaan.
“Kami melihat ini sebagai ikhtiar untuk mengoreksi arah pembangunan yang selama ini bertumpu pada peningkatan ekonomi di perkotaan. Desa harus menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Eko.
Selain itu, Asosiasi Desa berharap Pegawai KDKMP memprioritaskan warga desa sebagai karyawan karena bakal juga meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, sebanyak sekitar 83 ribu KDKMP telah memiliki badan hukum. Dari jumlah tersebut, pembangunan fisik, gudang, gerai, dan kelengkapan pada 15.845 koperasi telah selesai, sedangkan 19.539 lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu KDKMP dapat beroperasi hingga akhir 2026. Pemerintah juga menyiapkan pendidikan dan pelatihan bagi calon manajer pada 17-31 Juli 2026, agar koperasi dikelola secara professional.
“Kami melihat ini sebagai ikhtiar untuk mengoreksi arah pembangunan yang selama ini bertumpu pada peningkatan ekonomi di perkotaan. Desa harus menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Eko.
Selain itu, Asosiasi Desa berharap Pegawai KDKMP memprioritaskan warga desa sebagai karyawan karena bakal juga meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi, sebanyak sekitar 83 ribu KDKMP telah memiliki badan hukum. Dari jumlah tersebut, pembangunan fisik, gudang, gerai, dan kelengkapan pada 15.845 koperasi telah selesai, sedangkan 19.539 lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu KDKMP dapat beroperasi hingga akhir 2026. Pemerintah juga menyiapkan pendidikan dan pelatihan bagi calon manajer pada 17-31 Juli 2026, agar koperasi dikelola secara professional.
(cip)
Lihat Juga :