TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Rabu, 15 Juli 2026 - 20:48 WIB
Manfaat yang diberikan aplikasi Dermaga lewat sistem terintegrasi tersebut yakni, mempercepat proses permintaan dan penugasan tenaga kerja; mengurangi penggunaan dokumen manual melalui SPK digital; memudahkan pemantauan status pekerjaan secara real time; meningkatkan ketertiban absensi dan pencatatan aktivitas lapangan; mempercepat proses penagihan dan pembayaran; dan meningkatkan transparansi informasi pengupahan bagi tenaga kerja.
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono yang diwakili Deputi Kelembagaan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih menuturkan, implementasi Dermaga melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pelabuhan, mulai dari perusahaan bongkar muat, pengelola pelabuhan, koperasi TKBM, Admin Koperasi, Kepala Regu Kerja, hingga tenaga kerja di lapangan.
Setiap pengguna mendapat akses sesuai dengan fungsi dan kewenangannya, sehingga koordinasi menjadi lebih efektif, pembagian tugas lebih jelas, serta proses pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan data yang terdokumentasi secara akurat.
"Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi operasional maupun kesejahteraan pekerja. Dengan sistem yang lebih tertib dan transparan, koordinasi menjadi lebih cepat, dokumen lebih aman, dan setiap proses kerja dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih baik," tutur dia.
Ferry menambahkan, untuk ke depan, Dermaga diharap menjadi salah satu fondasi penting dalam modernisasi tata kelola bongkar muat nasional.
"Melalui pemanfaatan teknologi digital, platform ini mendukung peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kerja yang profesional, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan," ucapnya.
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono yang diwakili Deputi Kelembagaan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih menuturkan, implementasi Dermaga melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pelabuhan, mulai dari perusahaan bongkar muat, pengelola pelabuhan, koperasi TKBM, Admin Koperasi, Kepala Regu Kerja, hingga tenaga kerja di lapangan.
Setiap pengguna mendapat akses sesuai dengan fungsi dan kewenangannya, sehingga koordinasi menjadi lebih efektif, pembagian tugas lebih jelas, serta proses pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan data yang terdokumentasi secara akurat.
"Transformasi digital harus memberikan manfaat nyata bagi operasional maupun kesejahteraan pekerja. Dengan sistem yang lebih tertib dan transparan, koordinasi menjadi lebih cepat, dokumen lebih aman, dan setiap proses kerja dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih baik," tutur dia.
Ferry menambahkan, untuk ke depan, Dermaga diharap menjadi salah satu fondasi penting dalam modernisasi tata kelola bongkar muat nasional.
"Melalui pemanfaatan teknologi digital, platform ini mendukung peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kerja yang profesional, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :