Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista

Kamis, 09 Juli 2026 - 07:38 WIB
Keberhasilan modernisasi pengadaan alutsista di tengah meningkatnya tekanan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global sangat bergantung pada perencanaan yang matang. Foto/SindoNews
JAKARTA - Keberhasilan modernisasi pengadaan alat utama sistem persenjataan ( alutsista ) di tengah meningkatnya tekanan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global sangat bergantung pada perencanaan yang matang. Pengadaan alutsista melalui pinjaman luar negeri harus mengedepankan prinsip value for money, yaitu memastikan setiap Rupiah yang dibelanjakan menghasilkan kemampuan pertahanan yang optimal dan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Prinsip tersebut mengemuka dalam talkshow Marapi Consulting & Advisory bertajuk Pengadaan Alutsista Berbasis Value for Money yang menghadirkan ekonom INDEF Eko Listiyanto, mantan Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono, dan konsultan pertahanan Marapi Alman Helvas Ali.



Dalam paparannya, Eko Listiyanto menjelaskan tantangan fiskal Indonesia tahun ini semakin berat dibandingkan perkiraan awal. Pelemahan nilai tukar Rupiah, meningkatnya tekanan terhadap APBN, serta tingginya rasio pembayaran utang (debt service ratio) membuat ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. Menurutnya, dinamika tersebut harus menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan pengadaan alutsista berbasis pinjaman luar negeri.

Baca juga: Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim

Eko mengingatkan apabila peringkat kredit Indonesia mengalami penurunan, biaya pinjaman akan semakin mahal sehingga mengurangi efisiensi belanja pertahanan. "Ke depan transparansi data dan komunikasi pemerintah menjadi sangat penting karena akan membangun kepercayaan publik maupun pasar terhadap kebijakan fiskal dan pertahanan," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Eko juga menyoroti pentingnya memilih skema pembiayaan yang memberikan biaya dan risiko paling rendah. Pembiayaan melalui Export Credit Agency (ECA) yang didukung lembaga penjamin pemerintah di negara pemasok umumnya lebih aman dan kompetitif dibandingkan skema Kredit Swasta Asing (KSA). "Kepercayaan menjadi faktor utama. Skema dengan penjaminan pemerintah memberikan kepastian dan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif," jelasnya.

Lihat video: ALUTSISTA BARU DATANG! Prabowo Resmi Serahkan 6 Jet Tempur Rafale untuk Perkuat TNI!
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!