Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 - 23:01 WIB
Secara rinci, Burhanuddin membeberkan beberapa kelemahan mendasar dari sistem yang digunakan IndexMundi Global Surveys. Poin pertama yang menjadi sorotan ilmiah adalah adanya bias sampel (sampling bias). Partisipan riset ini sangat terbatas hanya pada individu yang memiliki akses internet, melek teknologi, dan memahami bahasa yang digunakan pada situs tersebut.

Lihat video: Brimob Ingin Buka Diri ke Masyarakat, Mako Jadi Panggung HUT Polri



Kondisi ini mengakibatkan sampel tidak representatif karena tidak dipilih melalui metode acak murni (random sampling) untuk mewakili keseluruhan demografi suatu negara, seperti proporsi usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, ataupun sebaran geografis.

Selain bias sampel, sistem pengumpulan data tersebut juga dinilai sangat rentan terhadap manipulasi atau self-selection bias. Mengingat partisipasinya bersifat sukarela (volunteer), siapa saja yang kebetulan berkunjung ke situs tersebut dapat mengisi instrumen yang disediakan. Dampaknya, opini yang terekam cenderung hanya berasal dari kelompok yang memiliki pandangan ekstrem, baik sangat kecewa maupun sangat puas.

"Tanpa verifikasi identitas, sistem pengisian yang longgar membuka celah bagi satu individu atau kelompok untuk mengisi survei berkali-kali menggunakan VPN atau perangkat berbeda guna memanipulasi peringkat negara tertentu," jelas Burhanuddin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!