FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional

Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:36 WIB
FSP BUMN Bersatu juga menyoroti tantangan daya saing nasional. Mengacu pada laporan IMD World Competitiveness 2025, daya saing Indonesia turun 13 peringkat menjadi posisi ke-40 dari 69 negara. Selain itu, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Djusman, kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan transformasi industri menuju sektor manufaktur bernilai tambah tinggi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta perbaikan iklim investasi.

Untuk itu, FSP BUMN Bersatu mendorong pemerintah melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain memperkuat konsolidasi fiskal, memperluas akses kredit produktif bagi sektor industri dan UMKM, mempercepat transformasi industri berbasis inovasi, memperbaiki kepastian regulasi dan birokrasi, meningkatkan investasi pada pendidikan vokasi serta teknologi, serta membangun ekosistem persaingan usaha yang lebih sehat.

"PHK harus dipandang sebagai indikator kesehatan ekonomi nasional. Selama investasi produktif belum tumbuh kuat dan daya saing industri belum membaik, risiko PHK akan terus membayangi. Reformasi ekonomi harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan," tutup Djusman.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!