Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Jum'at, 03 Juli 2026 - 15:09 WIB
Mobil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membawa Bupati Langkat Syah Afandin. Foto: Nur Khabibi
JAKARTA - Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) siang. Kedatangannya ini usai menjadi salah satu pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Pantauan di lokasi, Afandin tiba di kantor Lembaga Antirasuah dengan menggunakan mobil minibus hitam sekira pukul 14.22 WIB. Namun, dalam kesempatan tersebut, ia tidak diturunkan dari kendaraan yang mengangkutnya.
Mobil yang membawanya itu langsung menuju basement Gedung Merah Putih KPK. "Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," kata Juru Bicara KPK dalam keterangannya.
Baca juga: Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
"Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.
Diketahui, operasi senyap ini terkait dugaan suap proyek beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. "Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (perumahan dan permukiman) Kabupaten Langkat," kata Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Pantauan di lokasi, Afandin tiba di kantor Lembaga Antirasuah dengan menggunakan mobil minibus hitam sekira pukul 14.22 WIB. Namun, dalam kesempatan tersebut, ia tidak diturunkan dari kendaraan yang mengangkutnya.
Mobil yang membawanya itu langsung menuju basement Gedung Merah Putih KPK. "Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," kata Juru Bicara KPK dalam keterangannya.
Baca juga: Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
"Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.
Diketahui, operasi senyap ini terkait dugaan suap proyek beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. "Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (perumahan dan permukiman) Kabupaten Langkat," kata Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Lihat Juga :