Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Rabu, 24 Juni 2026 - 16:20 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti wacana Menkes Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang mengusulkan penderita TBC dimasukkan menjadi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti wacana Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) yang mengusulkan penderita TBC dimasukkan menjadi penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, wacana itu tak masuk akal.
Charles setuju dengan intervensi gizi untuk masyarakat rentan, termasuk penderita TBC. Namun, pemberian MBG untuk penderita TBC perlu dikaji lagi lantaran tak efektif.
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
"Secara teknis saya rasa ini akan sangat sulit karena belum tentu di dekat tempat penderita TBC tinggal ada dapur SPPG. Sehingga mungkin ada cara-cara lain yang lebih tepat untuk bisa melakukan intervensi gizi kepada penderita TBC," ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, perlunya pemanfaatan puskesmas di setiap kecamatan dan kelurahan untuk mengatasi TBC. Dengan begitu, dia meyakini akan lebih efektif penanganan TBC.
"Jangan semua-semua MBG. Kita kan sudah punya puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan, sehingga mungkin teman-teman tenaga kesehatan dan tenaga medis di kecamatan lebih bisa mengetahui apa yang dibutuhkan pasien penderita TBC. Jadi nggak perlu harus program MBG untuk memberikan makan kepada penderita TBC," ucapnya.
Charles setuju dengan intervensi gizi untuk masyarakat rentan, termasuk penderita TBC. Namun, pemberian MBG untuk penderita TBC perlu dikaji lagi lantaran tak efektif.
Baca juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan Vaksin TBC
"Secara teknis saya rasa ini akan sangat sulit karena belum tentu di dekat tempat penderita TBC tinggal ada dapur SPPG. Sehingga mungkin ada cara-cara lain yang lebih tepat untuk bisa melakukan intervensi gizi kepada penderita TBC," ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, perlunya pemanfaatan puskesmas di setiap kecamatan dan kelurahan untuk mengatasi TBC. Dengan begitu, dia meyakini akan lebih efektif penanganan TBC.
"Jangan semua-semua MBG. Kita kan sudah punya puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan, sehingga mungkin teman-teman tenaga kesehatan dan tenaga medis di kecamatan lebih bisa mengetahui apa yang dibutuhkan pasien penderita TBC. Jadi nggak perlu harus program MBG untuk memberikan makan kepada penderita TBC," ucapnya.
Lihat Juga :