Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:16 WIB
Gus Ma'shum Faqih yang juga anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu menilai perbedaan pandangan merupakan bagian yang wajar dalam organisasi besar. Namun, menurutnya, tradisi pesantren mengajarkan bahwa setiap musyawarah harus dilandasi sikap saling menghormati, mengedepankan hikmah, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.

Tokoh muda NU yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, turut mengapresiasi Pondok Pesantren Al Falah Ploso yang dinilainya sukses menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan NU setelah Muktamar.

“Luar biasa Pesantren Al Falah Ploso. Dalam waktu yang relatif singkat mampu mempersiapkan Munas dan Konbes dengan sangat baik, bahkan di tengah persiapan Haul Akbar Muassis Pondok Ploso. Ini menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong, khidmah, dan manajemen pesantren,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur sekaligus Pendiri Forum Gawagis Nusantara itu berharap semangat kebersamaan yang tampak sejak pembukaan dapat terus mengiringi seluruh rangkaian Munas dan Konbes. “Semoga Munas dan Konbes ini melahirkan keputusan-keputusan yang arif, mempererat ukhuwah, serta semakin memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!