HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:34 WIB
Menurutnya, ukuran keberhasilan transformasi kesehatan pada akhirnya ditentukan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Bukan semata banyaknya kebijakan atau teknologi yang diterapkan.
Cashtry juga mengingatkan di tengah perkembangan AI dan digitalisasi layanan kesehatan, aspek empati tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan. AI bisa membantu mengambil keputusan lebih cepat, tetapi sampai hari ini belum ada teknologi yang mampu menggantikan empati.
Pasien datang bukan hanya membawa data, tetapi juga membawa kecemasan, harapan, dan kepercayaan. ”Masyarakat tidak menuntut pelayanan yang sempurna, tetapi ingin merasa aman, didengar, dan yakin bahwa mereka berada di tangan yang tepat," ujarnya.
Ketua Umun LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka, menegaskan memasuki usia ke-6 tahun, LAFKI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional. Ke depan, LAFKI ingin memastikan budaya mutu tidak hanya hadir saat proses akreditasi berlangsung, tetapi menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari.
"Enam tahun adalah fondasi yang penting. Mutu harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar dokumen penilaian," katanya.
Cashtry juga mengingatkan di tengah perkembangan AI dan digitalisasi layanan kesehatan, aspek empati tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan. AI bisa membantu mengambil keputusan lebih cepat, tetapi sampai hari ini belum ada teknologi yang mampu menggantikan empati.
Pasien datang bukan hanya membawa data, tetapi juga membawa kecemasan, harapan, dan kepercayaan. ”Masyarakat tidak menuntut pelayanan yang sempurna, tetapi ingin merasa aman, didengar, dan yakin bahwa mereka berada di tangan yang tepat," ujarnya.
Ketua Umun LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka, menegaskan memasuki usia ke-6 tahun, LAFKI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional. Ke depan, LAFKI ingin memastikan budaya mutu tidak hanya hadir saat proses akreditasi berlangsung, tetapi menjadi bagian dari pelayanan sehari-hari.
"Enam tahun adalah fondasi yang penting. Mutu harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar dokumen penilaian," katanya.
Lihat Juga :