PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Rabu, 10 Juni 2026 - 20:08 WIB
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggandeng KPK membangun budaya integritas guna mencegah korupsi. Foto/istimewa
JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membangun budaya integritas guna mencegah korupsi. Kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritasdi lingkungan PTPN Group.
Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Eko Marjono menegaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih, berintegritas, dan akuntabel. Pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara sektoral dan sepihak saja.
“Tetapi membutuhkan sinergi yang erat dari seluruh pihak untuk bersama-sama membangun budaya integritas,” kata Eko, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset
Eko menambahkan penguatan sistem pelaporan menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan organisasi. Dalam konteks tersebut, whistleblowing system yang terintegrasi menjadi instrumen penting, tidak hanya sebagai kanal pengaduan, tetapi juga sebagai sarana manajerial bagi pimpinan dalam memitigasi risiko.
Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Eko Marjono menegaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun tata kelola organisasi yang bersih, berintegritas, dan akuntabel. Pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara sektoral dan sepihak saja.
“Tetapi membutuhkan sinergi yang erat dari seluruh pihak untuk bersama-sama membangun budaya integritas,” kata Eko, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset
Eko menambahkan penguatan sistem pelaporan menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan organisasi. Dalam konteks tersebut, whistleblowing system yang terintegrasi menjadi instrumen penting, tidak hanya sebagai kanal pengaduan, tetapi juga sebagai sarana manajerial bagi pimpinan dalam memitigasi risiko.
Lihat Juga :