Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Selasa, 09 Juni 2026 - 07:51 WIB
Baca juga: 2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
Pihaknya mengamati pelaksanaan seleksi calon anggota Polri, mulai dari Bintara hingga Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), di berbagai daerah berlangsung sangat ketat. Bahkan, tidak sedikit anak jenderal yang gagal dalam seleksi, baik di Jakarta maupun daerah, karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
"Kami mengamati penerimaan calon anggota Polri tahun 2026 berlangsung sangat ketat. Faktanya, proses seleksi semakin baik dan semakin transparan. Sistem pengawasan berlapis juga terus diperkuat Polri agar proses seleksi berjalan secara profesional, objektif, dan transparan," ujar Edi.
Dalam beberapa hari terakhir, Edi melakukan pemantauan langsung di sejumlah Polda, antara lain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Tenggara, dan Polda Bali.
"Ketatnya proses penerimaan anggota Polri tersebut sejalan dengan penegasan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Polri), Irjen Pol Anwar, yang menyatakan tidak ada jalur khusus maupun titipan dalam proses penerimaan Taruna Akpol tahun 2026," tegasnya.
Edi menilai Polri terus berbenah dengan menerapkan sistem rekrutmen yang berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi landasan penting untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki.
Pihaknya mengamati pelaksanaan seleksi calon anggota Polri, mulai dari Bintara hingga Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), di berbagai daerah berlangsung sangat ketat. Bahkan, tidak sedikit anak jenderal yang gagal dalam seleksi, baik di Jakarta maupun daerah, karena tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
"Kami mengamati penerimaan calon anggota Polri tahun 2026 berlangsung sangat ketat. Faktanya, proses seleksi semakin baik dan semakin transparan. Sistem pengawasan berlapis juga terus diperkuat Polri agar proses seleksi berjalan secara profesional, objektif, dan transparan," ujar Edi.
Dalam beberapa hari terakhir, Edi melakukan pemantauan langsung di sejumlah Polda, antara lain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Tenggara, dan Polda Bali.
"Ketatnya proses penerimaan anggota Polri tersebut sejalan dengan penegasan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Polri), Irjen Pol Anwar, yang menyatakan tidak ada jalur khusus maupun titipan dalam proses penerimaan Taruna Akpol tahun 2026," tegasnya.
Edi menilai Polri terus berbenah dengan menerapkan sistem rekrutmen yang berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut menjadi landasan penting untuk memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki.
Lihat Juga :