Rustini Muhaimin Soroti Urgensi Literasi dan Gizi
Rabu, 29 April 2026 - 22:26 WIB
“Guru TK/PAUD dan kader bukan hanya mengajar, tetapi membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Rustini menyoroti pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. Ia meyakini bahwa kebiasaan mengelola keuangan harus ditanamkan sejak anak-anak melalui pendekatan sederhana dan menyenangkan, seperti mengenalkan konsep menabung serta membedakan kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, literasi pangan juga menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan bahwa kesehatan anak sangat ditentukan oleh pola konsumsi sehari-hari, sehingga penganekaragaman pangan berbasis sumber lokal harus menjadi kebiasaan. “Anak-anak yang sehat adalah investasi bangsa. Dari tubuh yang sehat akan lahir pikiran yang cerdas dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustini juga menyinggung kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta. Ia menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bagi semua pihak.
“Anak-anak adalah amanah, bukan objek pelampiasan emosi. Tidak ada ruang bagi kekerasan terhadap anak. Kita harus memiliki komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan,” tegasnya.
Rustini menyoroti pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. Ia meyakini bahwa kebiasaan mengelola keuangan harus ditanamkan sejak anak-anak melalui pendekatan sederhana dan menyenangkan, seperti mengenalkan konsep menabung serta membedakan kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, literasi pangan juga menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan bahwa kesehatan anak sangat ditentukan oleh pola konsumsi sehari-hari, sehingga penganekaragaman pangan berbasis sumber lokal harus menjadi kebiasaan. “Anak-anak yang sehat adalah investasi bangsa. Dari tubuh yang sehat akan lahir pikiran yang cerdas dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rustini juga menyinggung kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta. Ia menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bagi semua pihak.
“Anak-anak adalah amanah, bukan objek pelampiasan emosi. Tidak ada ruang bagi kekerasan terhadap anak. Kita harus memiliki komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan,” tegasnya.
Lihat Juga :