Optimalisasi Lahan PLTS, Solar Grazing Jadi Kunci Ketahanan Energi

Rabu, 15 April 2026 - 20:21 WIB
Lahan seharusnya dipandang sebagai bagian dari sistem produksi yang bisa terus dioptimalkan, bukan sekadar tempat berdirinya panel.

Secara teknis, penggunaan hewan ternak untuk menjaga ketinggian rumput dapat menggantikan metode konvensional seperti mesin pemotong atau herbisida. Syam mencatat metode biologis ini mampu memangkas biaya pengelolaan vegetasi secara drastis.

"Pada beberapa praktik internasional, pengurangan biaya pengelolaan vegetasi bisa mencapai 20–40% dibanding metode konvensional," ucapnya.

Selain hemat biaya, sistem ini juga meminimalkan emisi karbon karena berkurangnya penggunaan bahan bakar mesin pemotong. Lebih jauh, lahan yang selama ini dianggap sebagai zona penyangga tak produktif kini bertransformasi menjadi area produksi protein hewani.

Dengan kepadatan sekitar 5–10 domba per hektare, investor dapat memperoleh dua aliran nilai sekaligus dari satu aset listrik dan pendapatan dari ternak. "Lahan yang sebelumnya dianggap non-productive buffer zone berubah menjadi area produksi ternak," kata Syam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!