Benny K Harman Usul Pembentukan Badan Khusus Kelola Aset Sitaan
Selasa, 07 April 2026 - 09:43 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman menyebut perlu ada badan khusus yang mengatur dan mengelola aset sitaan. Persoalan utama bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada pengelolaan aset yang belum optimal. Ilustrasi/Dok Sindo
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman menilai perlu ada badan khusus yang mengatur dan mengelola aset sitaan. Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada pengelolaan aset yang belum optimal.
Hal itu diungkapkan Benny saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahas RUU Perampasan Aset dengan para akademisi, Senin (6/4/2026). Benny mengungkapkan, banyak aset bernilai besar yang justru tidak jelas keberlanjutannya setelah disita oleh negara.
"Masalah kita bukan semata pada aturan, tapi pada tata kelola aset-aset yang disita dan dirampas. Setelah dirampas, sering kali tidak jelas lagi keberadaannya," ujar Benny.
Baca Juga: Ikhtiar Menjaga Asa RUU Perampasan Aset
Ia mencontohkan sejumlah aset seperti lahan sawit, izin tambang, hingga komoditas hasil tambang yang nilainya sangat besar, namun tidak memberikan manfaat optimal bagi negara karena lemahnya pengelolaan.
"Ada aset sawit puluhan ribu hektare, ada tambang nikel, batu bara, yang disita. Tapi setelah itu tidak jelas. Bahkan ada yang hilang nilainya."
Hal itu diungkapkan Benny saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahas RUU Perampasan Aset dengan para akademisi, Senin (6/4/2026). Benny mengungkapkan, banyak aset bernilai besar yang justru tidak jelas keberlanjutannya setelah disita oleh negara.
"Masalah kita bukan semata pada aturan, tapi pada tata kelola aset-aset yang disita dan dirampas. Setelah dirampas, sering kali tidak jelas lagi keberadaannya," ujar Benny.
Baca Juga: Ikhtiar Menjaga Asa RUU Perampasan Aset
Ia mencontohkan sejumlah aset seperti lahan sawit, izin tambang, hingga komoditas hasil tambang yang nilainya sangat besar, namun tidak memberikan manfaat optimal bagi negara karena lemahnya pengelolaan.
"Ada aset sawit puluhan ribu hektare, ada tambang nikel, batu bara, yang disita. Tapi setelah itu tidak jelas. Bahkan ada yang hilang nilainya."
Lihat Juga :