Kurang Saldo E-Toll Bikin Macet Gerbang Tol, Teknologi MLFF Dinilai Bisa Jadi Solusi

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:15 WIB
"Teknologi ini benar-benar menghilangkan antrean di pelataran tol dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, terutama saat volume kendaraan sangat tinggi seperti mudik dan arus balik Lebaran," jelasnya. Dengan demikian, waktu layanan per kendaraan dapat mendekati nol karena tidak adanya barrier maupun proses transaksi manual.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa selama periode H-10 hingga H+1 Lebaran 2026 (11–22 Maret 2026), tercatat sekitar 21 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo e-toll di Gerbang Tol Kalikangkung, ruas Batang–Semarang. Angka tersebut setara dengan 4,9% dari total 442 ribu kendaraan yang melintas.

"Kurangnya saldo e-toll berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, yang kemudian menyebabkan penundaan signifikan dan antrean panjang," ujar Rivan.

Kondisi serupa diperkirakan berpotensi terjadi saat arus balik, khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari kemacetan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, proyek MLFF pada dasarnya tetap berjalan meskipun sebelumnya sempat menghadapi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan bersama berbagai pihak terkait.

"MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua. Namun karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya," ujar Dody dalam media gathering persiapan mudik Lebaran 2026 di Pendopo Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!