PAN Dukung Langkah Prabowo Lakukan Penghematan Imbas Perang Timur Tengah
Selasa, 17 Maret 2026 - 08:20 WIB
"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kita setuju kok, mulai dari kemungkinan WFH, terus kemudian mungkin juga pengurangan hari kerja supaya bisa menghemat energi," ucap Eddy.
Eddy menambahkan, apa yang diusulkan Presiden Prabowo sudah sangat lengkap, komprehensif. "Kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkaji langkah-langkah penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Menurut Prabowo, sejumlah negara telah melakukan kebijakan penghematan. Salah satunya adalah negara Pakistan yang memotong gaji menteri hingga anggota DPR.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan agar 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pakistan juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, hingga mebel di lembaga pemerintahan.
Eddy menambahkan, apa yang diusulkan Presiden Prabowo sudah sangat lengkap, komprehensif. "Kita sepakat dengan apa yang beliau sampaikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkaji langkah-langkah penghematan imbas perang yang terjadi di Timur Tengah. Menurut Prabowo, sejumlah negara telah melakukan kebijakan penghematan. Salah satunya adalah negara Pakistan yang memotong gaji menteri hingga anggota DPR.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Selain kebijakan tersebut, pemerintah Pakistan memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan agar 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pakistan juga menghentikan sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, hingga mebel di lembaga pemerintahan.
Lihat Juga :