Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Minggu, 08 Maret 2026 - 05:42 WIB
Ketegangan makro ini dipastikan akan menekan pasokan BBM nasional dan berdampak langsung pada kelangsungan sektor usaha mikro. Di tengah minimnya peran PBB serta sikap China dan Rusia yang memilih memantau dari kejauhan, Indonesia disarankan mengambil jalur shuttle diplomacy untuk tampil sebagai aktor penengah strategis di kancah global.
Diskusi ditutup pemaparan dari perspektif keamanan domestik. M Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat.
Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah. Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara masif sentimen tersebut. Baca juga: Isi Lengkap Telegram Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa?
Memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor (pelaku teror tunggal) yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial, Syauqillah membeberkan antisipasinya.
”Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem,” terangnya.
Diskusi ditutup pemaparan dari perspektif keamanan domestik. M Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat.
Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah. Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara masif sentimen tersebut. Baca juga: Isi Lengkap Telegram Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa?
Memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor (pelaku teror tunggal) yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial, Syauqillah membeberkan antisipasinya.
”Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :