Perang Hibrida AS-Israel vs Iran, Pengamat: Indonesia Bisa Ambil Peran sebagai Mediator Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 - 14:04 WIB
Perang Sengit di Lebanon, Serangan Mendadak Pasukan Perlawanan Gagalkan Pendaratan Israel

"DFK mencakup penyebaran informasi palsu, fitnah, dan ujaran kebencian yang menargetkan individu, kelompok, atau pemerintah," paparnya.

Nuning menyebut era post truth ini sangat berbahaya di mana narasi mengalahkan data, polarisasi yang kuat, dan maraknya hoaks atau berita palsu yang cepat menyebar di media sosial.

Menurut Nuning, hanya ada suatu cara untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan literasi media, melakukan fact-checking (cek fakta), dan berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi.

"Jika kita melihat berbagai kejadian dalam perang ini perang asimetrik terjadi ketika kekuatan militer kedua belah pihak tidak seimbang, sehingga pihak yang lebih lemah Iran menggunakan cara-cara yang tidak konvensional untuk menghindari kekuatan lawan AS-Israel," jelasnya.

Strategi Iran dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel difokuskan pada perang berlarut atau long war (protracted war) untuk menguras daya tahan musuh, sementara AS dan Israel menggunakan pendekatan perang intensitas tinggi atau serangan cepat atau decapitation strikes (rapid military victory).

"Kita jangan terjebak pada informasi yang keliru karena akan berakibat pada kebijakan politik dalam negeri maupun luar negeri," katanya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!