Perang Iran Vs AS-Israel, Ujian Kredibilitas Narasi Perdamaian Global

Minggu, 01 Maret 2026 - 13:31 WIB
Dia menambahkan, kepentingan utama AS dan Israel atas Iran adalah, Iran bukan hanya dipandang sebagai negara, tetapi juga poros jaringan kekuatan non-negara yang selama ini menjadi penyeimbang dominasi AS–Israel. Independensi kekuatan ekonomi-militer Iran selama ini dianggap sebagai ruang strategis bagi aktor-aktor non-negara seperti Hizbullah, Hamas, Houti, dan kelompok milisi lain yang menolak arsitektur keamanan versi Washington.

Mengganti rezim di Teheran berarti meruntuhkan salah satu pilar utama resistensi regional di Timur Tengah. Netralisasi Iran bukan hanya soal menaklukkan satu negara, melainkan langkah proyek rekayasa ulang keseimbangan kekuatan Timur Tengah.

Baca: Pantau Perang di Mar-a-Lago, Trump: Serangan ke Iran Dilaksanakan Besar-besaran

"Langkah Iran menjadikan Selat Hormuz sebagai kartu retaliasi akan semakin mengekskalasi perang ini. Dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari, Selat Hormuz adalah jantung peredaran energi dunia. Setiap gangguan di sana langsung mengguncang harga, logistik, dan stabilitas ekonomi global," papar Associate Professor in Political Science & International Relations Universitas Paramadina ini.

Jika manuver militer di Selat Hormuz berkepanjangan, maka bisa berubah menjadi gempa ekonomi global. Hal ini bisa digunakan AS dan Israel sebagai alasan untuk semakin menekan Iran dengan mengatasnamakan kepentingan ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!