Akademisi Sebut Indonesia Belum Siap Gunakan E-Voting di Pemilu, Rawan Diretas
Selasa, 03 Februari 2026 - 13:32 WIB
"Saya masih melihat kita belum siap, karena rawan untuk di-hack, keamanan siber itu ngeri ya, kejahatan siber itu. Entah dari lawan politik atau dari lawan iseng, kan enggak tahu," katanya.
Apalagi, kata dia, sejumlah negara maju juga sudah meninggalkan metode pemungutan suara e-voting. Hal itu merujuk sebuah penelitian.
"Negara-negara besar seperti Jerman, Belanda itu memang menggunakan e-voting, Pak, tetapi kemudian dibatalkan, sekarang nggak mau lagi. Negara-negara maju sudah ndak mau memakai e-voting, pernah tetapi nggak jadi, berhenti mereka. Karena isu, masalah isu kepercayaannya diragukan terus," pungkasnya.
Apalagi, kata dia, sejumlah negara maju juga sudah meninggalkan metode pemungutan suara e-voting. Hal itu merujuk sebuah penelitian.
"Negara-negara besar seperti Jerman, Belanda itu memang menggunakan e-voting, Pak, tetapi kemudian dibatalkan, sekarang nggak mau lagi. Negara-negara maju sudah ndak mau memakai e-voting, pernah tetapi nggak jadi, berhenti mereka. Karena isu, masalah isu kepercayaannya diragukan terus," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :