Periksa Sudirman Said, Kejagung Dalami Keterangan dan Bukti Kasus Petral

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:56 WIB
Sebelumnya, Sudirman Said berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki political will kuat dalam memberantas mafia migas. Sehingga, kasus-kasus dugaan korupsi seperti pengadaan minyak mentah dan produk jadi kilang minyak oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral) bisa dicegah.

"Saya diundang sekarang, saya jelaskan sekarang. Saya tekankan dua kali saya mendapat tugas dari negara untuk berbenah sektor energi, pertama kali pada waktu saya di Pertamina, kedua ketika ESDM. Kedua-duanya mengalami hambatan karena memang aspek ini berkaitan sama political will," ujarnya kepada wartawan seusai diperiksa Kejagung, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, pembenahan persoalan mafia migas selalu menemui hambatan saat dia menjabat di Pertamina dan ketika menjadi Menteri ESDM. Proses pembenahan itu, kata dia, bergantung pada political will.

Maka itu, dia berharap Presiden Prabowo memiliki political will kuat untuk membenahi masalah mafia migas. "Kita berharap pemerintah sekarang itu betul-betul memiliki political will yang kuat sehingga hal-hal seperti ini bisa dituntaskan. Kita menaruh harapan kepada bapak Presiden Prabowo dan seluruh aparat penegak hukum," tegasnya.

Saat ditanyakan soal ada tidaknya pengaruh M Riza Chalid dalam kasus dugaan korupsi Petral tersebut, dia tak mau mengomentarinya lebih jauh. Pastinya, saat dia menjabat di Pertamina dan ESDM dahulu, selalu ada hambatan dalam membenahi masalah migas.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!